Pesantren Al-Huda Jetis Kebumen

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0.
 
Pesantren Al-Huda Jetis Kebumen

PROFIL

Pesantren Al-Huda adalah perpaduan antara salaf (tradisional) dan kalaf (modern) maka dibangunlah beberapa sekolah formal, di antaranya SMP VIP Al-Huda, SMK VIP Al-Huda dan SMA VIP Al-Huda. Hingga saat ini terdapat ribuan santri baik putra maupun putri yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Pesantren Al-Huda saat ini diasuh oleh KH. KH. Wahib Mahcfudz dan KH. Yazid Machfudz. Pesantren Al-Huda terletak di Dukuh Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Lokasinya sangat setrategis karena terletak di jantung kota Kebumen, pondok pesantren ini juga berdekatan dengan beberapa tempat pendidikan formal, seperti SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi, masjid Agung dan pusat pemerintahan kabupaten Kebumen.

SEJARAH

Pendirinya ialah KH. Abdurrohman, yang memiliki nama kecil Sholihin. Pesantren al-Huda Jetis Kutosari Kebumen didirikan pada tahun 1801 M. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa Pesantren al-Huda Jetis didirikan pada tahun 1880 M. Hal ini berdasarkan tulisan tahun pada kayu kerangka bagian atas bangunan mushala.

Sholihin muda merupakan anak seorang petani biasa dan kegiatan sehari-harinya ialah mengembala kerbau milik pamannya. Seperti lazimnya ulama terdahulu yang menghabiskan masa mudanya untuk menuntut ilmu di Makkah Madinah. Ketika Sholihin beranjak remaja, beliau juga pergi ke Kota Mekkah untuk menuntut ilmu.

Di Makkah, beliau belajar ilmu Tasawuf kepada Syaikh Sulaiman Zuhdi, tepatnya di Jabal Qubais. Pada waktu itu, Mekkah memang sudah dikuasai oleh ulama-ulama Wahabi. Menurut beberapa keterangan, di Mekkah sempat terjadi kerusuhan.

Sebagai mayoritas, kelompok Wahabi selalu meneror dan memerangi orang-orang Sunni lainnya. Ketika hal ini terjadi, Sholihin memutuskan untuk kembali ke tanah airnya, Indonesia.

Berbekal ilmu yang telah diperolehnya dari Makkah, beliau kemudian menyebarkan ilmunya kepada masyarakat setempat. Hal ini mengundang kecurigaan tentara Belanda, sebab kediamannya selalu ramai dan tertutup. Seolah beliau hendak mengatur strategi untuk memberontak.

Oleh karena itu, beliau kemudian ditangkap dan diintrogasi. Namun karena tidak adanya bukti yang kuat, maka dibebaskan kembali dengan syarat harus pindah dari desa Ambal, daerah asalnya.

Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar bahwa Bupati Kebumen kala itu sedang membutuhkan seorang Kyai untuk ditempatkan di sekitar wilayah pemerintahan.

Diajukanlah nama Sholihin tersebut. Beliau kemudian ditempatkan di daerah Jetis, yang dulunya masih berupa hutan belantara dan belum pernah terjamah oleh manusia. Sebab, konon daerah Jetis adalah daerah yang amat angker dan dikuasai oleh iblis.

Singkat cerita dengan kemampuan yang dimilikinya, akhirnya dapat membersihkan tempat tersebut agar dapat ditinggali. Di Jetis inilah kemudian namanya diganti menjadi KH. Abdurrohman.

KH. Abdurrohman terkenal dengan penguasaannya dalam bidang ilmu tasawuf. Beliau juga merupakan seorang mursyid Thariqah Naqsyabandiyah Khalidyah. Lambat laun, jamaah thariqahnya pun semakin banyak. Bahkan hingga saat ini jamaahnya telah mencapai lebih dari 10.000 jamaah.

Abdurrohman wafat pada hari Jumat, ketika sedang mengerjakan shalat Shubuh, tepatnya ketika melakukan sujud tilawah. Tongkat kepemimpinan pondok pesantren al-Huda Jetis ini diteruskan oleh putra beliau, yaitu Kyai Husain. Tidak berselang lama, beliau pun wafat dan kepemimpinan dilanjutkan oleh adiknya yaitu KH. Hasbulloh. Mbah Hasbulloh, panggilan akrabnya, beliau memiliki karakter yang sangat disiplin dan bersahaja.

Singkat cerita, Mbah Hasbulloh pun meninggal ketika sedang bertawajjuh atau menghadapkan diri kepada Allah. Beliau sedang berdzikir secara sirri, dilakukan dengan cara menundukkan kepala dalam-dalam serta mengarah pada titik lathifah qalbi sembari memejamkan mata, mengatupkan bibir. Hal ini biasa dilakukan oleh orang yang mengikuti sebuah thariqah.

Selanjutnya kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Huda ini diteruskan oleh putranya yang bernama Mbah Machfudz Hasbulloh. Mbah Machfudz Hasbullah dikenal sebagai seorang yang amat gigih dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama.

Tercatat, beliau pernah mengenyam Pendidikan di Pondok Termas selama 2 tahun. Dilanjutkan ke pondok Bendo, Kediri, yang saat itu diasuh oleh Syekh Khozin.

Beberapa waktu kemudian, beliau dinikahkan dengan salah satu putri beliau yang bernama Nyai Maimunah. Beliau pun dikaruniai 17 putra dan putri. Namun yang hidup hanya 6 putra dan 6 putri, antara lain:

  1. Kyai. Abdul Kholiq
  2. Kyai. Juwaini
  3. Nyai. Umi Kulsum
  4. Nyai. Khasanah
  5. Nyai. Masruroh
  6. Kyai. Makhrus
  7. Nyai. Hayati
  8. Kyai. Muahaimin
  9. Nyai. Siti Ma’rifah
  10. Nyai. Siti Muhayaroh
  11. Kyai. Wahib Machfudz
  12. Kyai. Yazid Macfudz

Setelah beliau wafat kepemimpinan Pesantren al-Huda Jetis dipegang oleh putra sulungnya yang bernama KH. Abdul Kholiq. Beliau terkenal sebaga seorang kyai yang berkarakter tegas dan sangat disiplin. Setelah beliau wafat, kemudian digantikan oleh adiknya yaitu KH. Wahib Machfudz dan adiknya KH. Yazid Machfudz, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kebumen.

Di bawah kepemimpinan KH. Wahib Mahcfudz, Pondok Pesantren al-Huda Jetis ini memadukan antara tradisi salaf dan khalaf (modern). Dibangunlah beberapa sekolah formal, di antaranya SMP VIP Al-Huda, SMK VIP Al-Huda dan SMA VIP Al-Huda. Hingga saat ini terdapat ribuan santri baik putra maupun putri yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia.

Pengasuh

  1. KH. Abdurrahman
  2. KH.  Husein
  3. KH. Chasbullah
  4. KH. Wahib Machfudz
  5. KH. Yazid Machfudz

​​Baca juga :  Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ)​ Wonosobo

PENDIDIKAN

​​Pendidikan Formal

  1. SMP VIP Al-Huda
  2. SMK VIP Al-Huda
  3. SMA VIP Al-Huda

​​Pendidikan Non Formal

  1. TPQ
  2. Madrasah Diniyah (MD)
  3. Majelis Taklim 

Baca juga :  Menyemir Rambut dengan Warna Hitam, Bolehkah?

EKSTRAKURIKULER

Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:

  1. Pramuka
  2. Paskibra
  3. Palang Merah Remaja (PMR)
  4. Basket
  5. Sepakbola
  6. Voli
  7. Futsal
  8. Sains Club
  9. English Club
  10. Arabic Club
  11. Seni Musik Islami (Seni Hadroh)
  12. Pencak Silat
  13. Badminton
  14. Tenis Meja
  15. Kaligrafi
  16. Marching Band
  17. Ketrampilan hidup: Farmasi, Keperawatan, Kimia Industri, Otronik.


Kajian kitab kuning di pesantren Al-Huda


Hadrah di pesantren Al-Huda

FASILITAS

Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:

  1. Masjid
  2. Gedung asrama pondok
  3. Gedung sekolah
  4.  Lab. Bahasa
  5.  Lab. Komputer
  6.  Lab IPA
  7.  Ruang Perpustakaan
  8. Ruang Multimedia
  9. Perpustakaan
  10.  Sarana Olahraga 
  11.  Klinik/Poskestren
  12.  Aula
  13. Hotspot Area

Baca juga :   Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung
 


Gedung pesantren di pesantren  Al-Huda 


Gedung pesantren di pesantren Al-Huda

ALAMAT

 Dukuh Jetis, Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Kode Pos       :   54317

Telepon          :  (0287) 384964

Untuk informasi lebih lanjut dan mengenai pendaftaran silahkan hubungi https://www.alhudajetis.com

 

 

KUNJUNGI JUGA

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 

 

 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.