10 Jul 2018 · 6.300 dibaca · Motivasi
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 mengharuskan tenaga kerja memiliki kemampuan memecahkan masalah yang kompleks (Complex Problem Solving), artikel ini memberikan contoh pemecahan masalah dengan cara sederhana yang sangat inspiratif.
Namanya mbah Pon, penjual gudeg dipojokan pasar Beringharjo Jogja.
Mempunyai 5 anak yang 2 kuliah di UGM, 2 lagi di ITB dan 1 di UI, mereka sekolah sampai jenjang kuliah tanpa beasiswa.
Siang itu mbah Pon duduk di depan para peserta seminar yang antusias ingin belajar kesuksesan dari mbah Pon.
Banyak pertanyaan dilemparkan, tapi tidak ada jawaban dari mbah Pon yang bisa memuaskan peserta. Misalkan, ketika ada pertanyaan, kiat mendidik anak, jawabannya hanya, "nggih biasa mawon, nek nakal nggih dikandani"
Pertanyaan soal pembayaran kuliah anak-anaknya dijawab mbah Pon.. "Pas kedah bayar sekolah nggih dibayar" (Sewaktu harus membayar sekolah ya dibayar)
Peserta seminar sudah tidak tahu lagi harus bertanya apa, karena tidak ada jawaban yang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+