Anatomi Radikalisme di Indonesia : Jihad Pasca Afghanistan (Bag 5)
M Kholid Syairozi
Sekretaris Jenderal PP ISNU
Usai Uni Soviet menarik mundur pasukannya dari Afghanistan pada Februari 1989, terjadi fitnah perpecahan di antara mujahidin baik yang berasal dari Afghanistan maupun asing. Di internal mujahidin Afghanistan perpecahan terjadi di antara Gulbudin Hikmatyar dari Hizb Islam dengan Syeikh Ahmad Masoud dari Jama’ati Islam. Perpecahan juga terjadi di antara mujahidin asing yaitu antara Syeikh Abdullah Azzam dan Dr. Ayman al-Zawahiri terkait pilihan jihad pasca Afghanistan. Syeikh Azzam berpendapat mujahidin harus meneruskan jihad di wilayah kaum Muslimin yang diduduki kâfir harbî (kâfir ajnabî) seperti Palestina. Sementara Al-Zawahiri berpendapat mujahidin harus kembali ke tempat asal masing-masing untuk memerangi para penguasa murtad (kâfir mahallî) yang menolak memberlakukan hukum Islam.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp110.000
Rp86.999
Rp335.160
Rp81.000
Memuat Komentar ...