Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

Tahun 1615 M: Kerajaan Sumenep Sepeninggal Panambahan Mandaraka

25 Aug 2018 · 2.432 dibaca · Sejarah

Laduni.ID, Jakarta - Babad menyebutkan sepeninggal Panambahan Mandaraka, kerajaan dibelah dua, antara Panambahan Bukabu dan Panambahan Baragung. Tentang Panambahan Bukabu Babad tidak banyak terberitakan dalam Babad, tidak seperti Panambahan Baragung.  

Panambahan Baragung mempunyai seorang putra benama Endang Kilengngan, yang kawin dengan Bramakandha. Dari hasil perkawinannya itu, lahir seoang putera bernama Wakung Ru'yat. Setelah dewasa dia menggantikan ayahnya sebagai raja Sumenep, bergelar Pengeran Saccadiningrat I. Pusat Pemerintahannya berada di Benasareh. Pada waktu itu kerajaan Sumenep masih berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Pengeran Saccadiningrat I ini kawin dengan Dewi Sarine, putri Panambahan Bukabu, yang kemudian mempunyai anak perempuan bernama Saine, yang bergelar Putri Kuning. Dengan perkawinan di antara kedua keturunan raja Sumenep itu (Panambahan Bukabu dan Panambahan Baragung) mungkin diharapkan timbulnya persatuan kembali di antara keluarga raja Sumenep, yang pecah sepenjnggal Panambahan Mandaraka. Atas dasar ini, kerajaa

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →