05 Sep 2018 · 2.046 dibaca · Kolom
LADUNI.ID I KOLOM- Dalam merealisasikan sistem ini hendaknya di hilangkan dikotomi ilmu dengan anggapan adanya pendidikan dunia dan akhirat. Di dunia sekolah atau univeristas juga di ajarkan ilmu yang di ajarkan di dayah atau dalambahasa lain mendayahkan sekolah atau mendayahkan universitas.
Begitu juga sebaliknya para santri yang telah menguasai ilmu fardhu ain kita umpamakan mereka telah jenjang ma’had Aly (sudah khatam kitab Ianah at-Thalibin) untuk menyambung dibangku universitas terutama lembaga pendidikan tinggi dengan basis umum maupun agama sehingga dua kutub ilmu yang di miliki mampu di singkronisasikan dan di kombinasikan memperbaiki kekurangan dan mewarnai dengan nilai relegi dan positif dalam lembaga tersebut baik di dayah sebagai symbol lembaga pendidikan tradisional nonformal maupun universitas sebagai pendidikan modern yang formal.
Metode semacam ini dengan menghilangkan dikotomi ilmu telah di lakukan oleh Al-Mukarram Syaikhuna H. hasnoel Basri HG atau akrab di sapa Abu MUDI dengan mengembangkan pendidikan agama
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+