Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Hadis Sejarah

Benarkah Nabi dan Sahabat Memiliki Ambivalensi dalam Bersikap?

08 Sep 2018 · 2.364 dibaca · Hadis Sejarah

Pada seminar tentang Moderate Islam kemarin di UIN Maliki, ada peserta menanyakan potensi ambivalensi dalam sikap Nabi dan para sahabat. Terkadang diistilahkan dengan Rahmat Muhdah, terkadang berperang dan "membunuh".

Bagaimana kita menjelaskan?

Kami katakan, tidak ada ambivalensi atau sikap mendua dalam Islam : Terkadang cinta, terkadang benci.

Dalam bahasa joke saya katakan, karena "benci" adalah cinta yang tertunda. Atau barangkali "benci" sebenarnya adalah "benar-benar cinta".

Kita tak bisa menuduh Nabi liberal karena beliau menyusun Mitsaqul Madinah atau Piagam Madinah. Sebagaimana kita tak boleh menuduh Nabi radikal karena menghancurkan Masjid Dhirar.

Dalam kedua kejadian tersebut, Nabi hanya menjalankan perintah syariat. Sedangkan dalam syariat tidak ada sesuatu yang paradoks atau kontradiktif.

Oleh karena itu apabila ada teks yang lahiriahnya ta'arudh atau bertentangan, maka bila memang memungkinkan para ulama lebih suka menempuh jalur jam'u atau mengawinkan dua pend

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →