Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sosial Budaya

Serial Tokoh Wayang: Petruk, Istiqamah dalam Beribadah

09 Sep 2018 Β· 7.212 dibaca · Sosial Budaya

Laduni.ID, Jakarta – Dalam khazanah budaya Jawa, Punakawan merupakan kelompok tokoh pengiring para ksatria dalam kisah pewayangan. Mereka terdiri atas Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Meski tampil sebagai pelawak, Punakawan sejatinya berfungsi sebagai penyampai pesan moral, kritik sosial, serta nilai-nilai spiritual yang dibungkus dalam humor dan kebijaksanaan rakyat.

Salah satu tokoh Punakawan yang memiliki simbolisme mendalam adalah Petruk. Ia dikenal luas sebagai figur yang jenaka, tinggi kurus, berhidung panjang, namun sarat dengan pesan filosofis tentang kehidupan, ketauhidan, dan akhlak manusia.

Asal-Usul Filosofis Nama Petruk

Nama Petruk diyakini berasal dari kata Arab fatruk yang berarti “tinggalkan”. Makna ini mengandung pesan spiritual agar manusia meninggalkan segala bentuk nafsu duniawi, kemaksiatan, dan segala sesuatu selain Allah. Karena itu, Petruk dimaknai sebagai simbol amar ma’ruf, yakni ajakan menuju kebaikan dan kesadaran ketuhanan.

Julukan “Petruk Kanthong Bolong&

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →