Serial Tokoh Wayang: Petruk, Istiqamah dalam Beribadah

 
Serial Tokoh Wayang: Petruk, Istiqamah dalam Beribadah

Laduni.id, Jakarta - Punakawan adalah sebutan umum untuk para pengikut ksatria dalam dongeng cerita wayang.
Para ksatria ini digambarkan memiliki sifat menghibur, bijaksana, dan jenaka sehingga kemunculannya dalam dongeng cerita pewayangan selalu dinanti.

Petruk kanthong bolong. Petruk berasal dari kata fatruk, yang artinya, maka tinggalkan, maksudnya meninggalkan nafsu angkara murka dan maksiat (tinggalkan selain Alloh) Petruk adalah simbol amar ma’ruf. Adapun kantong bolong, merupakan metafora dari perbuatan yang ikhlas. Nothing to lose. Sifat ikhlas, tanpa tendensi, adalah cermin dari kemurnian tauhid.

Petruk adalah lambang budi pekerti luhur, lambang orang yang tidak silau oleh keindahan dunia. Dengan perkataan lain pikirannya, seluruh kepribadiannya hanya ditujukan kepada satu hal yaitu manembah (berbakti) kepada Allah.

Sirik milik barang melok nggendhong lali, kaduk asih tresna sapadha padha (pantang memiliki barang yang menyilaukan karena akan membawa kekhilafan tetapi mencintai sesama manusia). Sikap ini dipertegas bentuk fisik Petruk yang tegap dan gagah sebagai lambang ketegasan.

Petruk adalah pribadi yang tetap teguh untuk meninggalkan dan menjauhi kemaksiatan, menjaga agar dirinya jauh dari kekhilafan, mencintai sesama manusia sebagai wujud bakti terhadap Allah. Dalam Al-Qur’an surat Huud ayat 112 disebutkan:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

 

Tags