Riwayat Hidup Imam al-Baqilani

 
Riwayat Hidup Imam al-Baqilani

Daftar Isi Profil Imam al-Baqilani

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mengajar di Baghdad
  5. Menjadi Seorang Qadhi
  6. Menyebarkan Paham Asy’ariyyah
  7. Teladan
  8. Karya-karya

Kelahiran

Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad ibn al-Tayyib ibn Muhammad ibn Ja’bar ibn al-Qasim al-Baqillani atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam al-Baqilani lahir di Basrah tetapi tidak ada keterangan yang menjelaskan tanggal dan tahun kelahirannya. Oleh karena ia hidup bertepatan dengan masa pemerintahan ‘Adud al-Daulat al-Buwaihi (w. 372), maka diperkirakan ia lahir setelah paroh kedua abad keempat Hijriyah. dan ia sempat hidup di abad ke-5 hanya 3 tahun saja.

Wafat

Imam al-Baqillani meninggal dihari sabtu di tanah Qin bulan Zulqa’dah tahun 403 H.

Adz-Dzahabi berkata, “(Pemakaman) jenazahnya banyak dihadiri orang. Beliau yang menunjukkan kejelekan Mu’tazilah, Rafidhah dan Musyabbihah. Mayoritas kaidah beliau sesuai dengan Sunnah. Abul Fadhl at-Tamimi tokoh utama madzhab Hambali sangat menghormati beliau. Disebutkan beliau telah menulis 70.000 lembar.”

Pendidikan

Imam al-Baqilani tinggal di Baghdad dan ia belajar hadits kepada Abu Bakar bin Malik al-Qathi’i, Abu Muhammad bin Musa, dan Abu Ahmad Husein an-Naisaburi. Kemudian belajar ilmu fiqh kepada Abu Bakar al-Abhuri sedangkan ilmu kalam ia belajar langsung kepada abu Abdullah Bakar bin Mujahid ( al-Bashri ath-tha’i ) dan kepada Abu Hasan al-Bahili. Keduanya adalah murid dari Abu Hasan al-Asy’ari. Dia bermazhabkan Maliki.

Mengajar di Baghdad

Al-Baqilani mengajar di Baghdad dan memiliki halakah yang besar yang dikunjungi oleh banyak murid. Dia itu sangat menentang sekali firqah syi’ah dan mu’tazilah. Dia memiliki ilmu yang sangat luas dan memiliki karangan atau tulisan-tulisan yang sangat banyak.

Menjadi Seorang Qadhi

Al Baqilani menjadi seorang Qadhi disebuah mahkamah akan tetapi tidaklah diketahui di daerah mana ia menjadi qadhi tersebut. Al Baqilani adalah seorang yang mengerti betul tentang masalah-masalah khilafiyah pada  zamannya seperti pada bidang aqidah Kristen. Dia juga pernah bermunazarah dengan tokoh agama Kristen mengenai mukjiazat nabi tentang membelah bulan, mengenai posisi Isa (apakah anak Allah atau hamba Allah) dan mengenai mukjizat Isa.

Menyebarkan Paham Asy’ariyyah

Imam al-Baqillani mempunyai andil besar dalam menyebarluaskan paham Asy’ariyyah. Beliau termasuk tiga ulama besar Madzab Asy’ari bersama Imam Al-Juwaini dan Hujjatul Islam Imam Ghazali. Atas jasanya merumuskan kembali paham Asy’ariyah, menjadikan paham Asy’ariyyah yang notabenenya sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tetap eksis sampe sekarang.

Teladan

Imam al-Baqillani, juga seorang ulama yang sangat wara', zuhud, religius dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang tercela. Abu Hatim al-Qozwini pun pernah berkata, bahwa sifat waro , zuhud religius dan kepribadian al-Baqillani dalam menjaga diri yang disembunyikan dari orang lain, lebih besar daripada yang ditampakkannya. Pujian terhadap al-Baqillani tidak hanya mengalir dari pengikut madzhab al-Syafi’i dan Maliki, sebagai mayoritas pengikut madzhab Al-Asy’ari. Bahkan pujian terhadapnya juga mengalir dari tokoh-tokoh pengikut madzhab Hanbali, seperti: Abu al-Hasan al-Tamimi al-Hanbali yang berkata kepada murid-murid al-Baqillani, “Ikutilah laki-laki ini karena sunnah pasti membutuhkan ilmunya”.

Karya-Karya

Imam al-Baqillani telah menulis berbagai kitab di antaranya:

  1. I’jazul Qur’an, kitab pertama beliau yang diterbitkan dan paling tinggi nilainya.
  2. At-Tamhid fi al-Raddi alal Mulhidah wal Mu’aththilah wal Khawarij wal Mu’tazilah.
  3. Al-Ibanah fi Ibthal Madzhab Ahlil Kufri wa adh-Dhalal.
  4. Risalah al-Hurrah.
  5. Al-Bayan Bainal Mu’jizat wal Karamat wal Hiyal wal Kahanah was Sihri wa Nairinjat .
  6. Al-Inshaf, dan masih banyak yang lainnya.