25 Sep 2018 Β· 4.406 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - Segala hal yang bisa diciptakan dan dicitrakan di era digital ini, dalam hitungan detik, seseorang citranya akan nampak baik, begitu pula dengan keburukannya. Tidak butuh trackrecord atau perjuangan yang lama dan berdarah-darah. Orang yang menguasai media akan mendapatkan segalanya. Ulama yang dulu begitu sakral pun sekarang sudah menjadi bahan jualan yang mudah.
Karena kepentingan seseorang atau kelompok tertentu, ulama seringkali dijadikan korban. Oleh sebab itu, perlu didefinisikan ulang atau pemurnian makna. Masyarakat harus mengerti mana yang ulama asli dan ulama-ulamaan. Agar tidak tergerus arus di era digital ini yang begitu deras.
Kata ulama di Indonesia diartikan dengan “Orang yang ahli dalam suatu hal atau dalam pengetahuan agama Islam”. Maka pantaslah bila di Indonesia ada ungkapan “Para ulama”, karena di situ diartikan seorang. Ulama di Indonesia selalu diidentikkan dengan orang yang ahli dalam agama.
Sedangkan ulama dalam bahasa Arab merupakan bentuk jama’ dari “Alim”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+