30 Sep 2018 Β· 1.742 dibaca · Sejarah
LADUNI.ID,SEJARAH- Telah dikisahkan bahwa pernah sekali kejadian yang tak pernah dilupakan warga Gampong Pulö. Rumah Beliau didatangi oleh beberapa orang pencuri dari luar Gampong. Sewaktu pencuri-pencuri tersebut baru saja tiba di halaman rumah, mereka langsung dikawal oleh harimau-harimau itu, sehingga tidak berani bergerak ke mana-mana.
Baru pada keesokan harinya di saat Beliau bangun untuk melaksanakan shalat Subuh ke Meunasah pencuri-pencuri itu baru dilepaskan. Sistem mata pencaharian pada umunya dari masyarakat Gampong Pulö adalah tani. Sesuai dengan letak daerah yang membujur sepanjang Bukit Barisan. Hal ini tercermin dari luasnya areal sawah yang dimiliki masyarakat gampong tersebut.
Masyarakat disana pada umumnya menyerahkan anak-anak mereka yang telah mencapai usia enam tahun ke Meunasah. Setelah anak-anak mereka berumur dua belas tahun yang laki-laki diantar ke dayah Teungku Nyak Muda Ali (Teungku Ramieleé).Masyarakat Aceh dapat dikatakan secara umum pendidikan di setiap daerah dalam mengaji
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+