04 Oct 2018 · 9.884 dibaca · Artikel Keagamaan
PERTAMA
Jumu’ah (جُمُعَة) BUKAN Jum’ah (جُمْعَة)
Bahasa Indonesia hari keenam dalam sepekan memang “Jum’at”. Tapi Bahasa Arabnya - dalam ayat al Qur'an di mushaf kita dan dalam bahasa hadits - adalah “Jumu’ah” (dengan huruf mim yang didhammah). Beberapa kali terdengar Bilal membaca: “Idza Qulta Li Shahibika Yaumal Jum’ati Anshit…” dst. Seharusnya “Yaumal Jumu’ati”. Begitu pula bacaan ayat berikut ini:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ [الجمعة: 9]
Transliterasi ke latin adalah “Idza nuudiya lisshalati min Yaumil Jumu’ati”. Nah, masih sering kita mendengar Khatib membaca “min Yaumil Jum’ati”.
Orang Malaysia masih membahasakannya seperti Bahasa Arab, yaitu Jumu’ah. Yang enak itu orang Jawa: Jemua
KEDUA
Wal Mala Shallau ‘Alaika (وَالمَل
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+