08 Oct 2018 · 2.043 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Kehadiran 44 pelajar baru utusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disambut oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko di Sekretariat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, Rabat, Maroko, Sabtu (6/10).
Rais Pengurus Cabang Islam Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko Aniq Nawawi menyampaikan bahwa warga NU tidak boleh meninggalkan bangunannya yang terdiri dari tiga unsur. Pertama, al-a'mal an-Nahdliyah, amaliah-amaliah NU. Menurutnya, hal ini tidak boleh ditinggal.
"Qunut ya tetep qunut, marhabanan ya marhabanan," katanya dalam kegiatan Pembekalan Pelajar Baru PBNU itu.
Kemudian yang kedua, Al-fikrah al-Nahdliyah, pemikiran ke-NU-an.
"NU tidak menghapus total budaya atau tradisi yang dianggap salah, tetapi memodifikasinya dengan mengambil sisi positifnya dan membuang hal negatifnya", imbuh Aniq. Hal demikian, berdasar pada kaidah khudz maa shofa wa da' ma kadar, ambil yang baik dan tinggal yang buruk.
Aniq menegaskan bahwa, Sesuatu yang dianggap salah jangan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+