Inilah Asal-usul Shalawat Asyghil atau Shalawat 'Mlipir'

 
Inilah Asal-usul Shalawat Asyghil atau Shalawat 'Mlipir'

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

“Duh Gusti, limpahkan rahmat atas Baginda Muhammad, dan sibukkan orang-orang zalim dengan orang-orang zalim, dan keluarkan kami dari kungkungan mereka sebagai orang-orang yang selamat. Serta limpahkan pula rahmat atas keluarga dan sahabat beliau semua."

Shalawat ini sempat ngetren di era Orde Baru, khususnya di Jakarta. Dipopulerkan oleh radio milik Yayasan Pesantren As-Syafi'iyyah yang diasuh ulama besar Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi'i (wafat 1406 H). Kalangan ikhwan-akhwat tentu familiar dengan shalawat ini, karena pernah jadi intro lagu salah satu grup nasyid beken lawas. Ada yang menyebutnya 'Shalawat Dzalimin', 'Shalawat Salimin', atau 'Shalawat Asyghil'. Dulu saya memakai istilah 'Shalawat Sibuk', namun kayaknya lebih pas kusebut 'Shalawat Mlipir', alasannya ada di paragraf akhir.

Banyak kalangan yang mengamalkan dan mendendangkan shalawat ini menisbatkannya kepada Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan (wafat 1122 H). Sebab, shalawat ini tercantum di dalam kitab kumpulan shalawat beliau, Al-Kawakib al-Mudhi'ah. Namun di situ beliau 'hanya' mencantumkan, bukan mengarang redaksinya. Di ensiklopedi besar, Afdhalu as-Shalawat, susunan Syaikh Yusuf An-Nabhani (wafat 1350 H) pun tak saya temukan. Kemudian kutelusur melalui Mbah Google dan menemukan data lain bahwa shighat shalawat ini jauh lebih tua.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN