Mengilmiahkan Rebo Wekasan

 
Mengilmiahkan Rebo Wekasan

LADUNI.ID - Semua waktu memang baik, tapi bagi manusia yang terikat ruang dan waktu tetap akan dijatah ruang hidup yang tidak sempurna (alam itu fana' sedangkan Allah itu Baqo', Qodim yang Awal juga yang Akhir). 

Yang tidak paling awal sekaligus tidak paling akhir sebagaimana Allah akan terikat waktu, itulah manusia dan alam semesta seisinya. 

Alam tempat tinggal manusia dari lingkup bumi sampai galaksi ada siklus pasang dan surutnya, begitupula siklus bulan sedari bulan sabit sampai bulan mulai menua. 

Dalam angka hari Rabu adalah hari ke-4, menurut rabaan batin itu merupakan hari perlemahan gravitasi bumi dalam gerak revolusi mengelilingi matahari per-7 hari, silahkan dicek dengan satelit ESO. 

Dan pada saat siklus bulan mencapai fase bulan tua (mendekati konjungsi) adalah saat tarikan gravitasi matahari tertambahi gravitasi bulan yang antara lain memicu pasang surut laut dan berkurangnya energi cahaya bulan ke bumi. 

Maka dari dua variabel yakni hari Rabu dan akhir bulan siklus komariah ketemulah koordinat potensi perlemahan bumi yang memicu banyak hal dari alam manusia sampai alam jin. 

Bagi saya pribadi, hari Rabu di tiap ujung bulan komariah sangat ilmiah jika dikatakan hari nahas bagi manusia, dengan penjelasan seperti di atas.

Nahas artinya bukan sial. 

Kalau siklusnya hari Rabu di ujung bulan Sapar mungkin bulan Sapar adalah titik terlemah grafik gravitasi bumi dalam siklus tahunan komariah.

Coba aja cari data cek konversi hari terjadinya peristiwa bencana yang menimpa ummat yang ingkar terdahulu terkait dengan bencana alam, Allah tidak menganiaya mahluk dan bisa jadi menimpakan bencana kepada kaum yang ingkar sesuai mekanisme alam. 

Akan kita dapati fakta a.l bencana tenggelam yang menimpa Fir'aun dan wadyabala, bencana yang menimpa kaum Ad, bencana yang menimpa kaum Samud, bencana yang menimpa Qorun dengan ditenggelamkan ke dalam bumi, sampai bencana Abrohah ditimpa hujan batuan yang "dijatuhkan burung Ababil" semua terjadi di hari Rabu dan terjadi dalam siklus bulan mati. 

Wallahu a'lam.

Selamat Rebo Wekasan. 

(Penulis: Joko Prasetyo)

 

Catatan:

  • Jangan cepet-cepet membid'ahkan ngko ndakmarai ra dadi ngelmuwan, gek-gek ilmune awake dewe durung tutug.
  • Kalo kita dikit-dikit sudah antipati demikian, manabisa kita ada curiosity untuk menelusuri suatu fenomena.