04 Dec 2018 Β· 1.560 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Penyebaran kabar bohong atau hoaks yang marak akhir-akhir ini telah secara nyata mengejar ketertiban sosial. Adapun yang paling jelas adalah hoaks bermotif ideologis, yaitu radikalisme agama.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) M Kholid Syeirazi. Hal tersebut dikemukakan pada seminar bertajuk Peran Generasi Islam Menyambut Pemilu Damai tanpa Hoax dan Radikalisme di kampus PTIQ, Jakarta, Selasa (4/12).
Kholid juga menambahkan, karena motif ideologis yang menganggap Indonesia sebagai kawasan perang (dâr al-harb). Sementara dalam Islam, hukum perang membolehkan debu dan tipu daya berdasarkan hadis al-harb khud'ah (perang itu tipu daya).
"Anggapan Indonesia sebagai dar al-harb Penyanyi Bahaya Sekali. Bukan Hanya hoaks, harta orangutan lain pun dianggap fa'i yang boleh dirampok. Inilah Ancaman Terbesar Terhadap narasi kebangsaan kitd," ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, motif ideologis berakar
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+