Biografi Syekh Sulaiman al-Bujairimi

 
Biografi Syekh Sulaiman al-Bujairimi

Daftar Isi Profil Syekh Sulaiman al-Bujairimi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Nasab Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Guru
  6. Pujian Ulama kepada Sulaiman al-Bujairami
  7. Karya

Kelahiran

Nama lengkapnya adalah Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Syafii, atau dikenal dengan nama Imam Bujairimi. Imam Bujairimi lahir di Bujairimi, sebuah desa yang terletak di sebelah barat kota Mesir tahun 1131 H.

Wafat

Beliau wafat pada tanggal 16 Ramadhan 1221 H.

Nasab Keluarga

Nasab beliau bersambung dengan Syeikh Jum’ah al-Zaidi yang bersambung nasabnya sehingga Muhammad bin al-Hanafiyyah, anak Saidina ‘Ali.

Pendidikan

Sulaiman Al Bujairami menghafal al-Quran di bawah bimbingan Syeikh Musa al-Bujairami hingga selesai hafalannya. Kemudian berguru kepada Syaikh al-‘Asymawi. Kepadanya Sulaiman Al Bujairami belajar kitab-kitab seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan al-Termizi, Sunan Abu Daud, al-Syifa karangan al-Qadhi ‘Iyadh, al-Mawahib al-Laduniyyah karangan al-Qasthalani, Syarah Manhaj al-Thullab karangan Zakariyyah al-Ansari, Syarah Minhaj al-Thalibin karangan al-Ramli dan Ibnu Hajar al-Haitami.

Guru-gurunya:

  • Syaikh al-Hifni
    • Syaikh al-Dairabi
  • Syaikh Ali al-Sa’idi
  • Syaikh Al-Sayyid al-Bulaidi
  • Syaikh ‘Athiyyah al-Ajhuri
  • Syaikh al-Malawi
  • Syaikh al-Jauhari
  • Syaikh al-Madabighi

Baca juga: Universitas Al-Azhar Kairo Kini Resmi Mengajarkan Bahasa Indonesia

Pujian Ulama kepada Sulaiman al-Bujairami

Syaikh Abdul Razak al-Baithar memujinya sebagai seorang alim, faqih, muhaddits, penutup ulama muhaqqiqin, penerus ulama salaf, ka'bah para ulama, rujukan para fuqaha dan lain-lain pujian.

Karya

Imam Bujairimi hidup pada abad ke 12 H. Sehingga dalam karangannya beliau banyak mengupas hukum-hukum Islam yang terjadi pada masa itu, yang kebetulan kasus hukumnya masih terjadi di tengah-tengah masyarakat sekarang.

Sehingga tak jarang kitab ini menjadi rujukan para kyai dan santri saat melakukan diskusi hukum Islam (semisal Bahtsul Masail). Redaksi bahasa arab dalam kitab ini lebih dapat dipahami oleh santri-santri kelas menengah dan atas.

Imam Bujairimi dengan teliti dan detail menjelaskan kosa kata yang dianggap asing yang ada pada kitab asalnya, baik kitab syarah al-Iqna maupun matan taqribnya. Beliau juga menjabarkan hukum-hukum tentang suatu kasus secara luas dan rinci.

  1. Kitab ‘Hasyiyah Bujairimi alal Khathib’ atau dikenal juga dengan nama ‘Tuhfatul al-Habib’, merupakan kitab Hasyiyah atau catatan pinggir dari kitab Syarah “al-Iqna” karangan Imam Khotib al Syarbini (977 H).
  2. Kitab al-Iqna, merupakan kitab syarah (penjelasan) dari kitab “al-Ghayah wa al-Taqrib” atau dikenal dengan nama kitab “Matan Taqrib” karangan syech Syihabuddin Abu Sujaa’ Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Ashfihani, atau dikenal dengan nama Qodli Abu Syujaa’ (593 H).
  3. Kitab Bujairimi alal Manhaj yaitu hasyiyah atas kitab Manhajuth Thullab karangan Abu Yahya Zakaria al Anshori.
  4. Kitab at-Tajrid li Naf'i al-Abid.
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya