07 Jan 2019 Β· 3.711 dibaca · Sejarah
Laduni.ID, Jakarta - Baghdad, ibu kota Irak yang kaya akan sejarah dan kebudayaan, telah menjadi simbol kebangkitan dari Timur sejak zaman kuno. Dibangun pada tahun 762 Masehi oleh Khalifah Al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah, kota ini telah menjadi pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di dunia Islam. Dengan perpaduan antara kekayaan sejarahnya dan semangat inovasi, Baghdad terus menjadi pusat kegiatan intelektual yang berpengaruh di wilayah Timur.
Selama Zaman Keemasan Islam, Baghdad menjadi kiblat bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mamun, rumah perpustakaan Baitul Hikmah didirikan, menjadi pusat pembelajaran terkemuka di dunia. Para cendekiawan dari berbagai bidang ilmu seperti matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat berkumpul di sini untuk bertukar gagasan dan menyebarkan pengetahuan.
Namun, sejarah Baghdad juga dipenuhi dengan tantangan dan cobaan. Selama Abad Pertengahan, kota ini sering kali menjadi sasaran penyerangan oleh bangsa asing, seperti Mongol dan Persia. Penaklukan oleh Mongol pada abad k
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+