Biografi Syekh Abdul Hamid Kudus

 
Biografi Syekh Abdul Hamid Kudus

Daftar Isi Profil Syekh Abdul Hamid Kudus

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Mendirikan Madrasah
  6. Ulama Berdarah Jawa
  7. Karya-Karya

Kelahiran

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdul Qadir al-Khathib bin Abdullah bin Mujir Kudus atau yang kerap disapa dengan panggilan Syekh Abdul Hamid Kudus lahir di Mekah, untuk tahunnya, ada dua versi yang berbeda, dalam kitab Mukhtashar Nasyrun Naur waz Zahar menyebutkan bahwa beliau lahir pada tahun 1277 H/1860 M, sedangkan dalam Siyar wa Tarajim lahir pada tahun 1280 H/1863 M.

Beliau merupakan putra dari Syekh Muhammad Ali

Wafat

Syekh Abdul Hamid Kudus wafat di Mekah, pada tahun 1334 H/1915 M.

Pendidikan

Syekh Abdul Hamid merupakan ulama generasi kedua yang menimba ilmu di al-Azhar setelah Syekh Ahmad Pattani (Thailand). Tidak hanya Mesir, Syekh Abdul Hamid pun menuntut ilmu hingga negeri Syam. Syekh Abdul Hamid sangat produktif dalam menulis berbagai bidang keilmuan, seperti sejarah Nabi dan keluarganya, dan ilmu-ilmu syariat. 

Para ulama besar yang terkenal dan menjadi guru beliau ialah Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, Sayid Utsman Syatha dan saudaranya Sayid Abu Bakri Syatha. Dalam bidang khusus mengenai ushul fiqh, hadis, tafsir dan tasawuf Syekh Abdul Hamid Kudus memperdalamkannya kepada Sayid Husein al-Habsyi. Syekh Abdul Hamid Kudus pula adalah orang kepercayaan Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki dalam bidang keilmuan setelah Syekh Ahmad al-Fathani.

Hubungan antara Syekh Abdul Hamid Kudus dengan Syekh Ahmad al-Fathani sangat dekat. Syekh Abdul Hamid Kudus selain dilantik sebagai salah seorang pentashih kitab, beliau seringkali diutus oleh Syekh Ahmad al-Fathani ke Mesir dalam urusan cetak mencetak kitab, terutama hubungan dengan Syekh Mushthafa al-Halaby, pemilik syarikat cetak kitab yang terbesar di Mesir pada zaman itu.

Guru-Guru

Di antara guru Syekh Abdul Hamid adalah Syekh Muhammad Ali ayahnya sendiri, Syekh Ahmad Zaini Dahlan, Syekh Umar Syatha, Syekh Utsman Syatha, Syekh Bakri Syatha, Syekh Husain bin Muhammad al-Habsyi, Syekh Muhammad bin Abdul Baqi al-Ahdal, Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang dan lain sebagainya.

Mendirikan Madrasah

Pada tahun 1343 H/1925 M Syekh Ali Kudus bersama keluarganya pindah dari Mekah ke Jawa Timur mendirikan sebuah madrasah di sana. Selanjutnya pindah pula ke Sulawesi, di sana juga menyebarkan ilmu-ilmu demi memartabat agama Islam yang dianutnya.

Ulama Berdarah Jawa

Relasi antara Indonesia (Nusantara) dengan Yaman telah berjalan sejak beratus-ratus abad yang lalu. Van Den Berg, orientalis asal Belanda menyebutkan dalam bukunya Le Hadramaut et Les Colonies Arabes dans L’archipel Indien, migrasi para pedagang dan ulama Hadramaut, Yaman, mulai datang secara masal ke Nusantara sejak akhir abad ke-18. Saat inilah diduga kuat bahwa ayah Syekh Abdul Hamid, Syekh Muhammad Ali, ikut dalam rombongan orang Arab Hadramaut melakukan migrasi ke Nusantara.

Tidak ada data yang pasti menyebutkan kapan ayah Syekh Abdul Hamid sempat bermigrasi ke tanah Jawa. Namun demikian, menurut catatan Van Den Berg, orang Arab Yaman tiba di Jawa setelah tahun 1820 M. Hal ini diperkuat dengan catatan kaki (atas kitab al-mafakhir al-sunniyyah fi al-asanid al-‘aliyah al-qadasiyyah) Doktor Ridha Muhammad Shafiyuddin, Dosen Studi Islam di Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, yang menyampaikan bahwa sebagian ulama mengaitkan keluarga Syekh Abdul Hamid pada nisbat al-Jawi, al-Samarani (Jawa, Semarang).

Menurut Doktor Ridha Muhammad Shafiyuddin, nisbat kota Quds (قدس) yang melekat pada nama Syekh Abdul Hamid bukanlah kota Kudus yang berada di Jawa Tengah. Menurutnya, nisbat wilayah asal yang tepat untuk Syekh Abdul Hamid adalah Qadas (قدس), salah satu kota di Yaman yang kini berada di Provinsi Taiz. Akar tradisi kuno dialek Himyar di Yaman menyebutkan, penamaan Qadas berkaitan erat dengan letak strategis wilayah tersebut. Hal ini karena pada masa lampau, Qadas merupakan daerah yang maju dalam kebudayaan dan agama. Selain itu, Qadas juga merupakan wilayah pegunungan yang subur. Oleh karena itu, bila pun orangtua atau kakek moyang Syekh Abdul Hamid pernah bermukim di Jawa, itu bukanlah kota Kudus, namun kota Semarang.

Dalam catatan sejarah, ayah Syekh Abdul Hamid tidak selamanya menetap di Jawa. Ayah beliau diperkirakan pindah ke Mekah pada pertengahan abad ke-19.

Karya-Karya

Doktor Ridha Muhammad Shafiyuddin, Dosen Studi Islam di Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, menyampaikan, koleksi kitab dan karya belaiu sendiri mencapai 1820 kitab dalam bidang tafsir, hadis, fikih, bahasa dan sastra Arab.

Semua koleksi tersebut dihadiahkan oleh ahli warisnya untuk Perpustakaan Mekah. Perpustakaan pribadi miliki Syekh Abdul Hamid ini merupakan perpustakaan terlengkap setelah perpustakaan pribadi milik Syekh Muhammad Majid Kurdi.

Doktor Abdul Wahhab Abu Sulaiman menyebutkan beberapa karya Syekh Abdul Hamid sebagai berikut:

  1. Syarhul araba’in an-nawawiyyah
  2. Syarhul basmalah fima yata’allaq biha min fan haditsil mushtafa
  3. Al-anwarus saniyyah ‘alad duraril bahiyyah
  4. Irsyadul muhtadi ila syarh kifayatil mubtadi
  5. Nubdzatun tata’allaq bil basmalah wal mabadiil ‘asyrah min ‘ilmit tauhid, wa ushulil fiqh, wal fiqh, wat tashawwuf
  6. Lathaiful isyarat ‘ala tashilit thuruqat li nazhmil waraqat fil ushulil fiqhiyyat
  7. At-tuhfah al-mardhiyyah fatwa fi jawaz tafsiril quran bil a’jamiyyah
  8. Al-futuhat al-qudsiyyah fi syarhil qashidah ar-rajaziyyah
  9. Dhiyaus syams ad-Dhahiyah ‘alal hasanat al-mahiyah
  10. Al-jawahirul mudhi‘ah fil akhlaq al-mardhiyyah
  11. Indzarul hadhir wal bad
  12. Al-Dzakhair al-qudsiyyah fi ziyarah khairil bariyyah
  13. Majmu’ zahir wa tartib fakhir
  14. Nailul is’ad wal is’af bil ma’mul fi madhi sayyidatina jiddah al-asyraf az-zahra al-batul
  15. Nafahatul qabul wal ibtihaj fi qishatil isra wal mi’raj
  16. Daf’us syiddah fi tasythiril burdah

 

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya