Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Hikmah

Tentang Taubatnya Ulama Mu’tazilah yang Terinspirasi Batas “Kuasa” Manusia dalam Hubungan Intim Suami Istri

07 Nov 2024 · 1.279 dibaca · Hikmah

Laduni.ID, Jakarta - Dalam kajian teologi Islam, perdebatan mengenai kehendak dan kekuasaan manusia dalam bertindak selalu menjadi topik yang menarik dan mendalam. Salah satu isu utama yang sering dikaji adalah pertanyaan mendasar, apakah manusia memiliki kebebasan penuh dalam setiap tindakannya, ataukah semua hal yang terjadi adalah murni kehendak dan takdir Allah?

Dalam hal itu, dua aliran besar dalam Islam, yaitu Mu'tazilah dan Ahlussunnah wal Jama'ah, memiliki pandangan yang berbeda terkait hubungan antara kehendak Tuhan dan kebebasan manusia.

Bagi ulama Mu'tazilah, manusia dianggap memiliki kehendak bebas dan otonomi dalam tindakannya. Mereka berpendapat bahwa Allah memberikan akal dan kemampuan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya, sehingga tanggung jawab atas segala perbuatan sepenuhnya berada di tangan manusia sendiri.

Sebaliknya, ulama Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah merupakan kehendak dan ketentuan Allah. Meskipun manusia diberi pilihan, tetap ada unsur kekuasaan Tuhan yang t

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →