Membaca Kembali Tulisan dr. H. Fahmi Saifuddin, M.P.H. "Rapat dan Diskusi"
Laduni.ID, Jakarta - Tulisan dr. H. Fahmi Saifuddin, M.P.H. (1942-2002) yang dimuat Majalah AULA edisi Oktober 1985 ini menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sejak lama telah memikirkan persoalan organisasi, kepemimpinan, dan musyawarah secara serius, sistematis, dan berbasis ilmu. Artikel ini tak hanya menyoroti panduan teknis rapat, tapi juga refleksi mendalam tentang dinamika kelompok (group process) sebagai fondasi lahirnya keputusan kolektif yang adil, efektif, dan bermartabat. Di tengah tradisi NU yang menjunjung syura, tulisan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam, seperti musyawarah, tanggung jawab, dan kebersamaan, dapat dipadukan dengan pendekatan ilmiah modern tanpa kehilangan ruh keislamannya.
Memasuki tahun 2026, gagasan-gagasan dalam artikel ini justru terasa semakin relevan. Saat banjir informasi, rapat daring terlampau banyak, polarisasi pendapat, dan lemahnya budaya diskusi sehat, pesan Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (tahun 1984-1993) ini menjadi semacam pengingat penting bahwa kualitas keputusan sangat ditentukan oleh kualitas proses kelompoknya. Bagi organisasi keagamaan, komunitas digital, hingga lembaga sosial-politik umat Islam hari ini, tulisan ini layak dibaca ulang sebagai rujukan klasik yang visioner yakni menawarkan etika, metode, dan kebijaksanaan dalam mengelola perbedaan demi tujuan bersama.
Berikut di bawah ini disajikan salinan tulisan lengkapnya:
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp130.000
Rp748.000
Rp1.600.000
Rp259.900
Memuat Komentar ...