Kisah Intelektual Yahudi yang Memeluk Islam dan Menjadi Ahli Tafsir
Laduni.id, Jakarta - “Never again, never again, never again will you be a stranger!” (Tak akan lagi, tak akan lagi, tak akan lagi kau menjadi orang asing!)
Itulah teriakan bahagia yang terdengar di padang pasir, berpacu bersama angin, ribuan jemaah berpakaian putih di belakangnya. Seorang pria menunggang kuda, menuju Makkah, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasa benar-benar pulang. Pria itu dulu bernama Leopold Weiss. Tapi dunia kemudian mengenalnya sebagai Muhammad Asad.
Yang membuat kisahnya istimewa, Leopold bukanlah seorang muslim sejak lahir. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang shaleh, di kota Lemberg, Austria-Hungaria, sekarang masuk wilayah Ukraina. Kakek dan buyutnya adalah para rabi, atau pemuka agama Yahudi. Sejak kecil ia sudah hafal bahasa Aram (suatu bahasa Semit) dan Ibrani, membaca kitab Taurat, Talmud, Mishna, Gemara, dan Targum. Tapi justru karena pengetahuannya yang dalam itulah, ia mulai bertanya-tanya. Apakah agama hanya soal warisan? Apakah Tuhan hanya milik satu golongan?
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp700.000
Rp136.400
Rp459.000
Rp399.000
Memuat Komentar ...