Arsip Wawancara Muhammad Asad (2): Antara Akal dan Iman, Menemukan Pencerahan Sejati
Laduni.id, Jakarta - Dalam edisi kedua wawancara eksklusif dengan Muhammad Asad di Dar Al-Andalus, Spanyol, sang sarjana legendaris membahas peran akal dalam Islam, perbandingannya dengan agama-agama lain, hingga pengalaman spiritualnya yang paling pribadi, tersesat di padang pasir dan nyaris mati kehausan. Baginya, iman bukanlah lompatan buta, melainkan perjalanan akal yang berujung pada kepasrahan.
Salah satu adegan paling menarik dalam wawancara ini adalah dialog Muhammad Asad dengan seorang pendeta Yesuit Jerman di kamp tahanan Perang Dunia II. Saat itu, Asad yang masih memegang paspor Austria dikurung bersama sekelompok rohaniwan Katolik terpelajar.
Seorang pangeran Bavaria dari keluarga bangsawan tua bertanya padanya, "Anda seorang Yahudi. Yang logis seharusnya Anda menjadi Kristen. Mengapa Anda malah melompat ke Islam?"
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp62.500
Rp490.000
Rp100.000
Rp469.000
Memuat Komentar ...