Arsip Wawancara Muhammad Asad (4): Dosa, Akal, dan Petunjuk Universal Al-Qur'an untuk Setiap Zaman

 
 Arsip Wawancara Muhammad Asad (4): Dosa, Akal, dan Petunjuk Universal Al-Qur'an untuk Setiap Zaman
Sumber Gambar: wocomoHUMANITY, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.id, Jakarta - Catatan dialog edisi terakhir atau keempat dengan Muhammad Asad ini diliputi hujan, tapi ia tak tampak risau. Baginya, mungkin hujan adalah bagian dari "meletakkan sesuatu pada tempatnya", sebuah konsep sentral yang ia gunakan untuk menjelaskan hakikat dosa dalam Islam. Ia membedah pesan utama Al-Qur'an, konsep dosa individual, kebebasan berpikir, hingga mengapa setiap muslim berhak berkata, "Al-Qur'an diturunkan untukku."

Apa pesan keseluruhan Al-Qur'an? Bagi Asad, jawabannya ringkas, "Kamu harus menghindari perbuatan salah, hidup dalam keadilan, terhadap diri sendiri, terhadap sesama, terhadap masyarakat secara keseluruhan. Intinya: menjalani kehidupan yang baik."

Namun yang membuat penjelasan Asad istimewa adalah uraiannya tentang akar linguistik kata "dosa" dalam bahasa Arab. "Metodologi bahasa Arab sangat jelas," tuturnya. "Kata dzanb atau khati'ah secara etimologis berarti 'meletakkan sesuatu pada tempat yang salah.'"

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN