Signifikansi Tauhid dalam Kehidupan

 
Signifikansi Tauhid dalam Kehidupan
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta - Islam dan kehidupan adalah dua hal yang saling berkaitan. Islam bagi setiap pemeluknya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali adalah rangkaian kehidupan yang harus berjalan sesuai dengan norma-norma ke-Islaman. Untuk itulah, relasi Islam dan kehidupan tidak dapat dimaknai secara parsial dengan mengatakan bahwa Islam hanya urusan akhirat, sementara kehidupan adalah urusan dunia.

Memaknai Islam yang inheren dengan kehidupan adalah hal yang sangat penting, bahkan menjadi salah satu misi kerasulan dari Nabi Muhammad SAW. Dengan argumentasi yang sangat populer mengenai Islam yang inheren dengan kehidupan itu dalam bahasa yang lain biasa disebut dengan Islam Rahmatan lil’alamin (Islam sebagai penebar kasih sayang untuk semesta alam). Islam dalam hal ini harus menjadi ruh dari setiap gerak dan gemerlap kehidupan sebagai titian menuju kehidupan kekal abadi di akhirat.

Menyatukan dua hal yang seakan-akan berbeda tidak cukup mudah, setidaknya perlu konsep yang memadai. Untuk itu Islam sebagai sebuah keutuhan ajaran, di dalamnya terdapat inti yang menggerakan dan mewarnai segala hal perintah dan larangan untuk setiap pemeluknya. Inti dari ajaran Islam inilah yang menempati persoalan paling penting. Dan tidak lain bahwa inti dari Islam adalah Tauhid.

Tauhid secara etimologis berasal dari kata wahhada (menjadikan satu). Jadi Tauhid ini dapat diartikan sebuah upaya melihat realitas yang beragam pada satu inti dari beragam tersebut. Realitas yang dimaksudkan tidak hanya yang bersifat materi, tetapi juga termasuk hal yang bersifat abstrak seperti wacana, kemauan, ketakutan dan seterusnya. Namun secara spesifik kata tersebut digunakan dalam keilmuan ketuhanan dalam Islam, yang artinya adalah konsep Keesaan Allah SWT.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN