09 Apr 2019 · 2.525 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Menurut Ibn Mandzur, syirik adalah menyekutukan Allah dalam hal ketuhanan, yaitu menuhankan zat lain selain Allah, padahal tidak ada yang mampu menyamai Allah Swt.
Sementara menurut Ibn Asyur (w. 1393 H), syirik adalah menyekutukan Allah dengan hal lain dalam perkara ketuhanan dan ibadah.
Ibn Mandzur menambahkan dengan mengutip kaul Abu al-ʽAbbas, bahwa syirik bukan berarti hanya menyembah selain Allah dan meninggalkan Allah. Yang meminta syirik adalah menyembah Allah dan sesembahan lain selain Allah. Atau dalam bahasa lain, menduakan Allah.
Hal ini dapat dilihat dari firman Allah SWT dalam Qs. Al-Anʽam ayat 82:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman."
Ketika ayat ini disampaikan oleh Rasulullah Saw kepada para sahabat, mereka heran. Mereka yang bisa melakukannya Mereka yang tidak bisa keluar dari perilaku zalim. Mendengar hal itu, kemudian Rasul mengatakan, "tidak itu, yang meminta zalim dal
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+