15 Feb 2019 · 1.549 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Innama bu’itstu mu’alliman hadits ini sangat populer di lingkungan akademisi. Secara substansial kandungan hadits ini merupakan deklarasi profetik dari kehadiran Rasulullah di tengah-tengah umatnya sebagai seorng guru. Untuk itulah profesi guru dalam tradisi Islam merupakan profesi mulia sebagai bentuk semangat dalam melanggengkan misi kerasulan untuk memerdekakan umat dari belenggu kebodohan.
Posisi ini tanpa disadari semakin hari mengalami degradasi yang semakin merosot. Hingga pada suatu saat posisi guru tidak jauh berbeda dengan profesi lainnya yaitu sebagai penyanggah dan penyambung hidup belaka. Berbagai standar formal disematkan, mulai dari keharusan berpendidikan formal hingga detil materi, waktu dan tujuan yang seragam dari hulu hingga ke hilir.
Aktifitas-aktifitas mulia mendidik murid hanya sebatas pemenuhan kepentingan pragmatis, baik bagi murid maupun bagi guru itu sendiri. Kepentingan pragmatis bagi murid hanya sebatas mengisi kemampuan kognitif, sementara kepentingan bagi guru hanya sebatas pemenuhan untuk mendapat imbalan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+