Istighfar Rajab: Antara Kisah Populer, Nilai Spiritual, dan Pesan Taubat
Laduni.ID, Jakarta - Setiap amalan dalam tradisi Islam tidak lahir tanpa latar belakang. Ia memiliki sejarah, riwayat, serta pesan moral yang mengiringinya. Demikian pula amalan yang dikenal luas di tengah masyarakat dengan sebutan Istigfar Rajab. Amalan ini sering dikaitkan dengan sebuah kisah menyentuh yang dinisbatkan pada masa Rasulullah SAW tentang seorang pendosa yang justru memperoleh kemuliaan besar di sisi Allah berkat satu amalan sederhana yang dilakukan secara istiqamah.
Dalam sejumlah literatur kisah keutamaan bulan Rajab yang umumnya dijumpai dalam kitab-kitab faḍā’il al-a‘māl dan cerita-cerita mau‘iẓah disebutkan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW pernah hidup seorang lelaki bernama Abdullah bin Shultan. Ia dikenal sebagai orang yang mengaku beriman, namun dalam praktik kehidupannya sering melakukan maksiat dan dosa besar, sehingga dijauhi oleh masyarakat sekitarnya.
Ketika Abdullah bin Shultan wafat, tidak seorang pun penduduk yang bersedia memandikan, mengafani, menyalatkan, apalagi menguburkan jenazahnya. Ia dipandang tidak layak mendapatkan penghormatan terakhir sebagai seorang Muslim.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp179.050
Rp956.160
Rp440.100
Rp449.000
Memuat Komentar ...