08 Mar 2019 · 8.199 dibaca · Aswaja
LADUNI.id, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Mihibbin (RM) Caringin, Bogor, Jawa Tengah KH M. Luqman Hakim menegaskan bahwa anak-anak muda, pelajar, dan kelompok milenial harus berupaya menjadi generasi mulia.
Menurut Kiai Luqman, generasi mulia tidak diukur dari materi, tetapi akhlak dan peran dan manfaatnya bagi orang lain.
“Generasi mulia bukan diukur sukses ekonomi, politik, sosialnya atau pun publisitasnya. Kemuliaan terukur oleh akhlaknya yang manfaat dunia akhiratnya bagi orng lain,” ujar Kiai Luqman dikutip NU Online, Jumat (8/3) lewat twitternya.
Direktur Sufi Center itu mengatakan, para orang tua harus bercita-cita mempunyai generasi-generasi shaleh dan shalehah agar kehidupan terjaga dengan baik, tidak mengerikan.
“Ayo, apakah sebagai orang tua masih mencita-citakan anak-anakmu jadi generasi sholeh dan sholehah? Jika tidak, akan mengerikan,” tegasnya.
Sebab itu, menurut Kiai Luqman, pendidikan perdamaian (peace education) perlu diajarkan sejak manusia dalam kandungan. Ketika perempuan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+