09 Mar 2019 · 1.580 dibaca · Aswaja
LADUNI.id, Jombang - Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj meminta kepada semua unsur Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur untuk tidak meninggalkan kajian ilmu ushul fiqih. Ilmu ini justru harus terus dilestarikan di lingkungan pesantren.
Ia beralasan, saat ini ada banyak orang jurusan tafsir Al-Qur'an dan Hadist justru tidak bisa membaca dengan tepat, apalagi untuk memahaminya dengan benar.
"Banyak jurusan tafsir Al-Qur'an dan Hadits saat ini yang ternyata membaca Qur'an tidak fasih, tidak mujawwad. Jurusan tafsir tapi kok baca Qur'annya tidak fasih, orang itu juga sering ceramah di televisi," katanya saat berceramah di puncak Haul Mbah Bisri Syansuri, Kamis (7/3) malam.
Kiai yang kerap disapa Kang Said ini menuturkan, ilmu ushul dalam khazanah keilmuan sangat menentukan untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan benar. Para santri sudah semestinya belajar ilmu ini dengan tekun dengan didukung oleh sistem yang diterapkan pesantren-pesantren.
"Meski pondok pesantren di
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+