Makna Tersirat di Balik Nasihat Ibnu Arabi tentang "Kepala Ikan"
Laduni.ID, Jakarta - Alkisah, di Tunisia ada seorang nelayan sholeh. Ia tinggal di gubuk yang dibangun dari tanah liat. Hari-harinya digunakan untuk mencari ikan. Namun, ikan yang diperolehnya dikirim ke fakir miskin. Ia hanya menyisakan satu ekor ikan yang menjadi santapannya setiap hari.
Waktu berlalu, ia mulai berguru kepada seorang sufi kondang, yakni Imam Ibnu Arabi. Lama, berguru, akhirnya si nelayan itu kemudian dikenal juga sebagai sufi besar.
Pada suatu saat, ia memanggil muridnya, “Tolong kamu pergi ke guruku, Syaikhul Akbar Ibnu Arabi. Mohon pada beliau agar memberikan nasihat kepadaku. Jiwaku buntu.”
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp950.000
Rp479.000
Rp425.000
Rp43.200
Memuat Komentar ...