Dzulqa’dah Bulan Mulia Bukan Bulan Sial

 
Dzulqa’dah Bulan Mulia Bukan Bulan Sial
Sumber Gambar: laduni.id

Laduni.ID, Jakarta - Umat Islam kini memasuki bulan Dzulqa’dah, bulan ke-11 dalam kalender Hijriah yang menandai dimulainya rangkaian empat bulan haram, yakni bulan-bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Dalam tradisi masyarakat Jawa, bulan ini dikenal dengan sebutan Selo, Apit, atau Hapit karena letaknya berada di antara dua hari raya besar Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Sebutan tersebut mencerminkan posisi Dzulqa’dah sebagai masa jeda spiritual antara dua momentum agung umat Islam.

Secara bahasa, Dzulqa’dah berasal dari dua kata, “Dzul” yang bermakna pemilik, dan “Qa’dah” yang berarti duduk atau berhenti. Nama ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang menghentikan peperangan, perjalanan jauh, serta berbagai konflik pada bulan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kesuciannya. Karena itu, Dzulqa’dah dikenal sebagai bulan ketenangan dan gencatan senjata, sebuah tradisi yang kemudian ditegaskan Islam sebagai bagian dari syariat pemuliaan waktu.

Di tengah sebagian masyarakat yang masih mempercayai mitos bahwa Dzulqa’dah merupakan bulan sial atau tidak baik untuk melangsungkan pernikahan dan urusan penting lainnya, Islam justru menegaskan sebaliknya. Bulan ini adalah salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Allah SWT berfirman:

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN