11 May 2019 Β· 2.717 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Ketika menjadi Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau yang akrab di sapa dengan Gus Dur, tidak mau menggunakan Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser sebagai alat untuk melindungi kekuasaannya.
Padahal ketika itu, di pertengahan Juli 2001, Gus Dur menghadapi serangan bertubi tubi dari lawan-lawan politiknya. Pada akhirnya Gus Dur ditumbangkan dan diganti dengan Megawati Soekarnoputri.
Mantan Jurubicara Presiden, Adhie Massardi, Gus Dur tidak mau melibatkan NU dan Banser karena kedua organisasi itu memang didisain tidak untuk urusan mempertahankan kekuasaan politik.
Saat itu, sambung Adhie saat berbicara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, beberapa saat lalu, ada juga kalangan NU dan Banser dari berbagai daerah yang ingin datang ke Jakarta untuk memberikan dukungan politik kepada Gus Dur.
“Ini urusan politik. Dan politik itu urusan saya,” kata Gus Dur menolak kehadiran NU dan Banser, seperti ditirukan Adhie.
Kisah ini, menurut hemat Adhie, mestinya menjadi pedoman bagi kalangan NU dan Ban
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+