Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Sejarah

Mufassir yang Menghindari Huruf Bertitik

18 May 2019 · 2.016 dibaca · Sejarah

LADUNI.ID - Para mufassir mempunyai cara masing-masing untuk mengekspresikan pemikiran dan kemampuannya dalam berinteraksi dengan Al Quran, tentu saja, diantara mereka ada yang "hanya" mengikuti metode-metode sebelumnya, tapi, tidak sedikit pula yang berinovasi mengembangkan metode unik, yang menjadikan tafsirnya menarik perhatian para pengkaji tafsir. 
Dan berikut ini diantara para mufassir yang menerapkan metode unik dalam menafsirkan al Quran, yaitu dengan menghindari penggunaan huruf bertitik... jadi, kita takkan menemukan huruf berikut dalam tafsinya:
ب، ت، ث، ج، خ، ز، ظ، ض، ف، ق، ن، dan ي

Mereka adalah: 
1- Faydhullah bin Mubarak al Akbar Abaadi, terkenal dengan nama Imam Faydhy. (954 - 1004 H)
Beliau lahir dan besar di India, Kakeknya adalah Syekh Khidhir berasal dari Yaman dan hijrah ke India. 
Kitab tafsirnya berjudul:

سواطع الإلهام لحَلّ كلام الله الملك العلاّم

Tafsir ini mempunyai sistematika penyajian yang unik, yaitu dari awal sampai akhir, al Faydhi menghindari penggun

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →