Momen Idul Fitri : Islam yang Melangit dan Membumi

 
Momen Idul Fitri : Islam yang Melangit dan Membumi

LADUNI.ID - Idul Fitri bagi umat Islam Indonesia adalah momen perayaan tahunan yang tidak pernah mengenal jenuh. Hiruk pikuknya sangat kental, khas dan bahkan saya menduga tidak ada duanya di dunia ini. Kita semua harus bangga menjadi bagian yang ada di dalamnya.

Kegembiraan tersebut terekspresikan sangat membumi sekaligus melangit. Membumi dalam arti sangat manusiawi dan Indonesiawi. Idul Fitri telah turut menjadikan umat Islam Indonesia mencintai tanah airnya sepenuh jiwa. Betapapun seseorang jauh merantau, saat Idul Fitri tiba akan mudik juga ke kampung halamannya.

Fenomena mudik dengan seabrek perjuangannya, mulai dari nyebrang lautan, melintasi gunung, turun di lembah hingga terbang di angkasa adalah ekspresi keagamaan yang sangat membumi. Betapa kebahagiaan selepas penat puasa Ramadhan itu harus dibayar mahal tanpa peduli hitungan nominal dan tenaga yang harus ditanggung. Barangkali jika dikalkulasi berdasar asas dagang (untung-rugi) akan banyak kerugian dibandingkan keuntungannya.

Namun sebagian besar umat Islam Indonesia mempunyai pertimbangan yang lebih arif daripada sekedar pertimbangan finansial tersebut. Barangkali kalkulasi kebahagiaan memang tidak terdapat konversi kuantifikasinya kecuali kebahagiaan itu sendiri. 

Saya berasumsi, kekuatan semangat berhari raya Idul Fitri tersebut adalah dorongan Ilahiyah, sebagaimana Rasulullah pernah menyatakan, bahwa ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat berjumpa Tuhannya (farhatani lil shoimi farhatun 'inda iftorihi wa farhatun 'inda liqai rabbihi). Kebahagiaan pertama adalah kebahagiaan duniawi, seperti menyiapkan makanan, pakaian hingga merayakannya bersama keluarga dan sahabat-sahabat tercinta. Kemudian kebahagiaan yang kedua adalah kebahagiaan dunia akhirat.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

 

Tags