10 Jun 2019 · 18.836 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Di Pondok Pesantren Mbah Maimun, santri dilarang memakai peci putih. Alasannya, karena orang pergi haji di desa-desa adalah dengan menjual tanah, sawah, tegal atau menabung belasan tahun bahkan sampai berpuluh-puluh tahun. Sementara simbul yang mereka pakai setelah pulang dari haji adalah peci putih.
"Kalau kamu memakai peci putih seharga 5.000 rupiah, apakah tidak menyakiti hati mereka?" ujar Mbah Maimun sebagaimana diceritakan oleh Gus Baha'.
Berbeda denga salah satu Pondok Pesantren yang diasuh oleh salah satu putera Mbah Maimun, yaitu Gus Najih, di mana di pesantren tersebut sangat banyak orang yang memakai peci putih. Padahal, mereka belum berhaji. Alasan mereka, karena memakai busana putih itu adalah sunah nabi sehingga sangat baik menurut mereka.
Hal ini sebagaimana dijelaskan Mbah Maimoen ketika ditanya mengenai hal tersebut. "Ya tidak apa-apa, kan larangan memakai peci putih sebelum berhaji itu kan saya lakukan di pondok saya. Lha kalau di pondok orang lain, walaupun pondok anak saya sendiri, y
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+