Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Imam Ghazali dan Filsafat (Seri 2)

24 Jul 2019 · 2.997 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Membaca Tahafut lebih mudah dibanding membaca Ilahiyyat-nya Ibn Sina dalam Asy-Syifa’. Kitab logika dari al-Ghazali (baik Maqashid maupun Mi‎’yar) juga lebih enak dipahami ketimbang buku logika Ibn Sina. Setidaknya begitu yang hamba alami, setelah membaca halaman-halaman awal.

Hamba juga turut membenarkan pandangan sejumlah peneliti kedua figur ini bahwa al-Ghazali memiliki kemampuan layaknya guru yang cakap mengudari kerumitan dan mengilustrasikannya dengan contoh-contoh agar gampang dicerna pembaca/muridnya.

Barangkali salah satu sebab dari hal itu ialah karena al-Ghazali pernah menjadi guru besar di lembaga formal pendidikan tinggi (Nizhamiyyah). Sebelum ia menulis kitab-kitab filsafat, mirip seperti Ibn Sina, al-Ghazali secara intensif selama 1,5 tahun membaca ulang buku-buku filsafat. Bedanya, al-Ghazali melakukan itu sembari menjadi pengajar 300 murid di Nizhamiyyah Baghdad di usia 30-an, sementara Ibn Sina belum bekerja, masih di usia 17-18, dan pekerjaan Ibn Sina nantinya lebih banyak menjadi dokter istana—yang kar

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →