25 Jul 2019 · 2.803 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Bermula dari status sosial media salah satu warganet yang mengungkap perselingkuhan Buka Lapak dan Aksi Cepat Tanggap (ACT), publik kembali dibuka matanya terhadap fenomena penggalangan dana berkedok kemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok radikal-teroris.
Hal itu diperkuat oleh Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami), M. Najih ArromadIoni, menurut keterangannya, isu-isu muslim global seperti Palestina, Rohingya, Xinjiang, dan Suriah, sangat rentan dieksploitasi oleh kelompok-kelompok radikal untuk mengemis donasi digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Najih yang menjadi saksi sejarah konflik Suriah mencontohkan semasa dirinya di Suriah, hampir tidak ada lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang benar-benar menyampaikan bantuannya untuk rakyat Suriah. "Hanya ada dua lembaga: MER-C dan Dompet Dhuafa", katanya, yang sempat menyumbangkan dua unit kendaraan ambulans melalui KBRI Damaskus.
Selebihnya entah kemana, Najih menyatakan, bahkan beberapa lembaga nyata-nyata berkolaborasi dengan k
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+