Ustadz Ma'ruf Khozin: Angka Perceraian yang Tinggi

 
Ustadz Ma'ruf Khozin: Angka Perceraian yang Tinggi

LADUNI.ID, Jakarta -  Kemarin siang tiba-tiba dihubungi oleh wartawan BBS TV Surabaya meminta wawancara soal tingginya angka perceraian dari sudut pandang Agama. Memang sejak sebelum Ramadhan tema kajian saya lebih banyak membahas tentang perceraian supaya menjadi "rem" agar meminimalisir terjadinya perceraian.

Saya tidak menyalahkan kedua pihak laki-laki atau perempuan. Saya juga belum memperoleh data hasil penelitian apa yang menjadi faktor perceraian, apakah soal ekonomi, ketidakharmonisan, PIL atau WIL atau lainnya.

Dari sudut pandang Agama, dalam Fikih dijelaskan Bab secara khusus yakni Bab Nikah, persyaratannya, nafkahnya, kewajiban dan hak suami-istri, cerai, fasakh, khulu' dan sebagainya. Ditambah lagi dengan Tasawuf tentang arti Sabar dan Syukur.

Nah, kebanyakan orang menikah adalah didahului saling cinta berlanjut ke pelaminan. Tidak sempat mereka belajar Fikih Nikah. Begitu tidak cocok di tengah jalan langsung ingin cerai atau gugat cerai.

Di pengadilan agama sebenarnya sudah ada bentuk mediasi 'Islah', namun terkadang mereka tetap menerjang karena sudah bulat pokoknya harus cerai. Sudah tidak mempan lagi ketika disodorkan hadis:

ﻳﺎ ﻣﻌﺎﺫ! ﻣﺎ ﺧﻠﻖ اﻟﻠﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻌﺘﺎﻕ، ﻭﻻ ﺧﻠﻖ اﻟﻠﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ اﻷﺭﺽ ﺃﺑﻐﺾ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻄﻼﻕ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN