Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Hantu Literasi

31 Jul 2019 · 1.508 dibaca · Kolom

LADUNI.ID - Euforia atas kebangkitan "terminologi" literasi dewasa ini akan menimbulkan dua arti yang bertentangan satu sama lain. Postulasi pertama, kebangkitan tersebut memiliki makna sebagai "ruh" peradaban di mana individu akan menjadi haus akan pengetahuan, kemudian mentransformasikannya dalam kebijaksanaan keseharian. Kedua, kebangkitan tersebut justru menjadi "hantu" peradaban, sebagaimana kaum sofis pada zaman Socrates yang berubah makna secara peyoratif, menebar kesesatan pikir di mimbar-mimbar umat. 

Kaum sofis era Socrates merujuk pada sekelompok orang bijak dari kalangan ningrat-akademisi yang berperan sebagai  aktor epistemologis kebijaksanaan, kemudian diakui oleh kalangan lebih luas sebagai kebenaran. Hanya saja, ketidakbergairahan daya kritis "kaum abangan" menciptakan rezim pengetahuan feodal, yakni lisensi produksi kebijaksanaan yang dikuasai oleh aktor tertentu, tanpa mempersoalkan nilai kebenarannya.

Ilustrasi masyarakat sofis tersebut boleh jadi adalah gambaran masyarakat kekinian. Seca

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →