Kisah Syeikh Abdul Qadir Bersujud karena Pertanyaan Seorang Pemabuk

 
Kisah Syeikh Abdul Qadir Bersujud karena Pertanyaan Seorang Pemabuk

LADUNI.ID, Jakarta - Suatu Hari, kanjeng Syeikh Abdul Qodir al-Jailani bersama-sama santri-santrinya sedang berjalan melewati sebuah gang di Kota Baghdad lama. Tiba-tiba, mereka bertemu dengan seorang pemabuk yang sedang terbaring di selokan di pinggir Jalan. Pakaiannya kotor dan kumuh.

Tanpa terduga, pemabuk itu menghentikan langkah rombongan Syeikh Abdul Qodir al-Jailani dan santri-santrinya. Ia memanggil-manggil Syeikh Abdul Qodir al-Jailani seraya berkata,

"'Wahai Abdul Qodir, Allah itu maha kuasa atau tidak?"

Sambil tersenyum ramah Syeikh Abdul Qodir menjawab pertanyaan itu, “Tentu, Allah Maha Kuasa."

Seolah tidak mendengar jawaban Syeikh Abdul Qodir al-Jailani, pemabuk bertanya kembali, “Wahai Abdul Qodir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?"

Dengan senyum penuh kasih sayang, Syeikh Abdul Qodir al-Jailani meladeni pertanyaan pemabuk itu, "Pasti, Allah adalah Dzat Maha Kuasa atas segalanya ."

Untuk yang ketiga kalinya, pemabuk itu mengajukan pertanyaan yang sama, “Wahai Abdul Qodir, Allah itu Maha Kuasa atau tidak?"

Di saat pertanyaan yang ketiga, tiba-tiba Syeikh Abdul Qodir al-Jailani menangis tersedu. Beliau bersujud kepada Allah lalu berkata,

"Demi Allah, wahai saudaraku, Allah itu Maha kuasa, Maha Kuasa, Maha Kuasa."

Setelah itu, Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani memerintahkan kepada santri-santrinya untuk membawa pemabuk itu ke pondok dan memandikannya. Mereka juga diperintahkan untuk memuliakan dan melayani dengan sebaik-baiknya.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN