Kisah Preman Langsung Taubat Usai Bertemu Gus Miek

 
Kisah Preman Langsung Taubat Usai Bertemu Gus Miek

Oleh RIJAL MUMAZZIQ Z *)

LADUNI.ID, Jakarta - Cara mengentaskan saudara-saudara yang terjerembab di lembah hitam memang variatif. Ada yang memilih jalur kepruk dan anarkisme sembari menyerobot alih tugas aparat, ada yang memegang “kepala ular” alias pimpinan komplotan dengan cara elegan dan memanusiakan manusia sebagaimana yang dilakukan oleh Kiai As’ad Syamsul Arifin dan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, dan ada pula yang masuk ke “sarang harimau” lalu menjinakkannya karena sudah memiliki kemampuan “pawang”. Metode ketiga ini dilakukan oleh Allah Yarham KH. Chamim Djazuli alias Gus Miek.

Cara kedua dan ketiga, saya kira, lebih manusiawi, elegan, dan berkelas. Inilah alasan mengapa saya selalu takjub pada dengan caranya yang khas memanusiakan manusia. Mereka bekerja dalam sunyi, menawarkan alternatif, tanpa slogan bombastis, tanpa parade ekstravagan, tanpa cacimaki, dan tetap realistis memandang realitas. Mereka berusaha menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru. Inilah yang, bagi saya pribadi, sebuah cara yang ekselen alias ahsan.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN