Biografi KH. Munif Muhammad Zuhri

 
Biografi KH. Munif Muhammad Zuhri

Daftar Isi Profil KH. Munif Muhammad Zuhri

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Menjadi Pengasuh Pesantren
  5. Mursyid Thariqah

Kelahiran

KH. Munif Muhammad Zuhri lahir pada tanggal 5 Maret 1962 di desa Girikusuma Banyumeneng Mranggen Demak. Beliau merupakan putra ke empat dari pasangan KH. Muhammad Zuhri dengan Nyai Hj. Rofi’ah.

Ayah beliau yang dikenal sebagai guru sholeh, arif dan bijaksana yang dicintai serta dihormati oleh masyarakat dimasa itu, banyak orang yang datang kepadanya untuk bertawasul dan memohon do’a demi tercapainya segala hajat mereka.

Keluarga

KH. Munif Muhammad Zuhri melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Anis Afianti, gadis asal Girikusuma. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniani tujuh anak diantaranya, Hilma Wati, Nabil, Lina, Ayu Permatasari, Amalia, Nur Kumala dan Ali.

Pendidikan

Proses pendidikan KH. Munif Muhammad Zuhri yang diawali di Sekolah Dasar di Mranggen, namun di Sekolah Dasar beliau tidak dapat menyelesaikannya. Kemudian beliau menempuh pendidikannya di pondok pesantren, diantaranya Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Bringin Salatiga, dan Pondok Pesantren Tremas.

Menjadi Pengasuh Pesantren

Setelah pulang dari pondok, KH. Munif Muhammad Zuhri langsung disuruh ngajar di pondok pesantren yang di didirikan oleh kakeknya yang bernama Syaikh KH. Muhammad Hadi.

Beliau mengasuh Pesantren Girikesumo menggantikan kakaknya KH. Nadzif Zuhri dan aktivitas keseharian beliau dihabiskan untuk mengajar santri-santrinya.

Mursyid Thariqah

Banyak masyarakat yang heran atau kagum kepada KH. Munif Muhammad Zuhri, karena bisa dikatakan beliau tidak dapat mengaji saat dipondok tetapi beliau bisa mengajar di pondok pesantrennya, dapat memimpin pengajian Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah, serta mampu menarik perhatian para masyarakat untuk mengikuti pengajiannya, salah satunya yaitu pengajian JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) yang dilakukan setiap malam jum’at.

Sejak kecil beliau sudah dikenalkan nilai-nilai dakwah oleh keluarganya. Beliau mulai mempelajari ajaran-ajaran Islam dengan membaca serta memahami kitab suci Al-Qur’an dan kitab-kitab klasik dari ayahandanya, kakaknya serta guru-guru beliau.

Sejak kecil pula beliau suka bersholawat, dari kebiasaannya itu beliau membentuk pengajian JAMUNA yaitu Jama’ah Muji Nabi yang dilaksanakan setiap malam jum’at

Dalam mengembangkan ajaran Islam KH. Munif Muhammad Zuhri selain membentuk pengajian JAMUNA, dalam pengajian ini terdapat khataman al-Qur’an, istighosah, pembacaan maulid diba’, dan pada ahir acara diisi dengan mauidzoh hasanah.

Beliau juga mengasuh pondok pesantren Girikusumo dengan tujuan agar dapat mempelajari agama dengan baik. Beliau juga mengajarkan kitab Shoheh Bukhori yang tidak diperuntukkan santrinya saja namun juga kepada masyarakat umum dari berbagai usia.

Dakwah yang dilakukan KH. Munif Muhammad Zuhri merupakan suatu dakwah yang membawa perubahan masyarakat Girikusuma menjadi lebih baik.

Dalam penyampaian dakwah KH. Munif Muhammad Zuhri lebih memahami kondisi dan juga karakter masyarakat setempat, dengan itu beliau menanamkan ajaran-ajaran Islam seperti ajaran akhlakul karimah atau budi pekerti dari perjalanan dunia sampai akhirat atau liang lahat.