27 May 2020 Β· 3.447 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Ada syair Jawa: "Zaman pun akhir, zaman pun akhir. Bumine goyang".
Saat bercanda dengan Lora Nurul Yaqin kami adaptasi ke syair Madura: "Zaman pon akhir, zaman pon akhir. Buminah Gunjek". Kami tertawa bersama. Tidak ada yang saling tersinggung, tidak ada saling marah. Karena saking akrabnya. Saya tidak pernah tahu siapa yang pertama menggelari sosok Lora bertubuh besar, kumis melintang ini dipanggil Lora Gunjek (bergetar).
Lora Nurul Yaqin pertama mondok di Ploso pada 1997. Jauh lebih dulu saya tahun 1994. Meskipun begitu beliau tetap kakak kelas saya, sebab langsung masuk kelas 3 Tsanawiyah. Rupanya beliau sudah punya bekal hafalan Nadzam Alfiyah Ibnu Malik sejak di rumahnya, dari didikan ayahnya.
Kamar kami berdekatan di Al-Falah 2. Saya di kamar 08 dan beliau di kamar 10. Setelah kami saling kenal hampir tiap hari selalu bertemu. Kadang saya ke kamar beliau, kadang beliau ke kamar saya, baik sekedar ngobrol di depan kamar (seperti di foto), atau ngajak ngopi di warung pondok, hingga lan-jalan sore s
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+