29 May 2020 · 2.252 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 sebelum memulai menerapkan tatanan normal baru, kalangan pesantren meminta pemerintah memperhatikan lembaga pendidikan, khususnya pesantren.
Menurut Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas melihat tatanan normal baru memang sebuah keniscayaan. Namun, hal itu hendaknya didasarkan pada kajian dan persiapan yang matang. Dengan demikian, penerapan normal baru nantinya dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dari Covid-19 dan sekaligus produktif.
”Kehidupan masyarakat yang aman dari Covid-19 dan produktif dalam pengertian penerapan pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19 membutuhkan disiplin baru dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan tinggi,” terangnya, sebagaimana dikutip Laduni.id dari laman Kompas, Jumat (29/5).
Menurut Robikin, kebijakan tentang kehidupan masyarakat yang aman dari Covid-19 dan produktif harus merupakan kebijakan komprehensif dan bukan parsial.
”Jangan sampai produk dan stimulus kebi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+