Mengapa Spiritual Umat Islam Kehilangan Ruh? Ini Penjelasan Kiai Husein Muhammad

 
Mengapa Spiritual Umat Islam Kehilangan Ruh? Ini Penjelasan Kiai Husein Muhammad

LADUNI.ID, Jakarta - Dalam sebuah postingan yang diunggah KH. Habib Husein Muhammad di akun facebook pribadinya, Selasa (12/01/2021), menjelaskan tentang keadaan spiritualitas manusia akhir-akhir ini. Menurut KH. Husein, hari ini dunia manusia telah kehilangan ruh, elan vital dan api spiritualitas kemanusiaan.

“Berabad-abad lamanya dunia Islam, khususnya, didominasi oleh dan tenggelam dalam pemahaman-pemahaman keagamaan eksoterik, formalistik, fiqh dengan pendekatan tekstualistik. Bahkan ada sebagian kelompok yang memahaminya dalam cara yang lebih ketat dan keras. Mereka  disebut kaum “mutasyaddidin” atau “mutatharrifin” (fundamentalis, radikalis dan ekstrimis),” tulis KH. Husein Muhammad.

Pada tulisan yang ditulis saat perjalanan dari Jombang menuju Kediri itu pada tanggal 12 Januari 2020 lalu, Kiai Husein menjelaskan bahwa dengan keadaan manusia yang demikian (terutama di kalangan umat Islam) membuat peradaban mengalami kemunduran.

“Peradaban kaum muslimin menjadi amat kering-kerontang, kasar, rigid, mandeg, stagnan dan mundur jauh ke belakang berjuta langkah, tanpa kemajuan. Keadaan ini secara niscaya melahirkan kebodohan, kemiskinan dan penderitaan masyarakat muslim,” imbuh Kiai Husein dalam tulisannya.

Hal yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut Kiai Husein, bahwa situasi semacam itu diiringi oleh kemunculan sikap, pandangan dan tindakan-tindakan arogansi, keangkuhan, kekerasan, pembunuhan karakter dan segala bentuk tindakan yang melawan kemanusiaan.

Padahal, Kiai Husein berpendangan bahwa, sikap dan pandangan serta tindakan yang demikian, seberapapun alasan dan dalil keagamaan yang dibuat, adalah suatu sikap, pandangan dan tindakan yang tidak diajarkan oleh Tuhan.

“Apapun alasan dan dalil keagamaannya, dan dengan mengatas namakan apapun, jika itu yang terjadi, maka ia bukanlah pandangan dan cara hidup yang diajarkan Tuhan. Bahkan itu sama sekali tak ada hubungannya dengan ajaran agama manapun. “Laisa min al-Din bi Shilatin”,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kiai Husein memberikan solusi bahwa sudah saatnya umat Islam sekarang harus menempuh jalan hidup yang sufistik untuk mereformasi tindakan demi kemanusiaan.

“Maka sudah saatnya kita kembali kepada jalan hidup sufistik, menghidupkan pikiran, membersihkan hati dan mereformasi tindakan untuk dan hanya demi kemanusiaan. Cara hidup seperti ini sejatinya adalah cara kita mencintai Allah,” tutup Kiai Husein.(*)

***

Sumber: KH. Habib Husein Muhammad
Editor: Muhammad Mihrob