Biografi KH. Bisri Kholil Rejoso

 
Biografi KH. Bisri Kholil Rejoso

Daftar Isi Profil KH. Bisri Kholil Rejoso

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mendirikan Lembaga Pendidikan
  6. Karir di Politik
  7. Melawan Penjajah

Kelahiran

KH. Bisri Kholil lahir pada tahun 1922 M di Rejoso, Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan dari pasangan KH. Kholil Rejoso dengan Nyai Siti Fatimah.

Sekitar tahun 1927, ayah KH. Bisri Kholil mengajaknya untuk pergi ke tanah suci, Mekkah. Tradisi ke tanah suci ini dalam pandangan keluarganya amatlah penting, karena selain untuk menambah wawasan keilmuan dan semangat mencari ilmu, tetapi juga pengalaman dan keilmuan yang didapatkannya ini nantinya sangat dibutuhkan dirinya terutama ketika mengelola dan menjaga kontinuitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum.

Wafat

KH. Bisri Kholil wafat pada 8 Syawwal 1387 H atau yang bertepatan pada 8 Januari 1969 M di Pesantren Darul Ulum Jombang.

Keluarga

Pada tahun 1949, KH. Bisri Kholil melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hairiyah, putri KH. Dimyati, Trowulan, Mojokerto. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 4 putri dan 4 putra. anak-anak beliau diantaranya Muyassarah, Fatimah, Ahmad Dimyati, Muhammad Dahlan, Mahmudah, Muhammad Hamid, Muhammad Idham Ghozali, dan Qurratul Ainiyah yang terakhir ini ia lahir tanpa mengetahui dan mengenal rupa sang ayah.

Pendidikan

KH. Bisri Kholil memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Lasem, Jawa Tengah, di bawah asuhan Mbah Ma’shum dan Mbah Baidlawi. Di lembaga pendidikan ini ia mendapat seorang teman akrab yang nantinya sangat mempengaruhi arah perjuangannya di masa depan. Teman itu adalah KH. Ahmad Syaikhu.

Setelah selesai nyantri di Pondok Lasem, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di bidang pengetahuan umum di Surabaya.

Mendirikan Lembaga Pendidikan

Setelah beberapa lama KH. Bisri Kholil terlibat langsung dalam mengelola dan memajukan pendidikan di Pesantren Darul Ulum, maka tahun 1959 ia mempelopori berdirinya Muallimat Atas semacam sekolah tingkat atas bagi siswa-siswi Darul Ulum dan dipimpinnya langsung sampai tahun 1963.

Karir di Politik

Sementara dalam kancah sosial-politik, KH. Bisri Kholil aktif sebagai anggota DPR RI sampai menjelang tahun 1960 di Jombang. Ia juga termasuk salah seorang “top leader” bersama Kiai Mustain Romly dalam memperjuangkan sekaligus menyelaraskan langkah Darul Ulum dengan program-program pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan kecerdasan bangsa melalui penyediaan sarana pendidikan yang berkualitas dan kosmopolitan.

Melawan Penjajah

Dari Surabaya ini, ia kemudian masuk menjadi anggota tentara “Hizbullah” dan terjun langsung ke medan laga melawan penjajah Belanda.

Dengan bergabung di “Hizbullah” ini, ia dengan mudah menggerakkan para santri dan simpatisan Pesantren Darul Ulum untuk terjun dalam perjuangan senjata melawan Belanda. Baru, pada tahun 1949, ia undur diri dari ketentaraan ini dengan pertimbangan kedaulatan bangsa Indonesia telah kembali.