17 May 2021 Β· 2.045 dibaca · Internasional
Laduni.ID, Jakarta - Setelah Pres Otoritas Palestina, Yaser Arafat wafat pada 2004 terjadi perpecahan antara Al Fatah yg menguasai Tepi Barat Sungai Yordan berhadapan dengan Hamas yang menguasai Gaza. Al Fatah dipimpin oleh Pres Mahmoud Abbas, sedang Hamas dipimpin Khaled Mishal dan Ismail Haniya. Al Fatah didukung Mesir dan Arab Saudi cs, sedang Hamas (Ikhwanul Muslimin) didukung Iran, Syria dan kini Qatar.
Pertentangan keduanya terjadi karena perbedaan strategi melawan Israel. Belajar dari pengalaman, setelah kegagalan dalam menggunakan aksi teror internasional, Arafat beralih melakukan intifadlah (perlawanan sipil) dan perundingan sehingga akhirnya Israel menyetujui pembentukan “Otoritas Palestina/pem sementara”, berdasarkan Perjanjian OSLO (1993). Arafat mengakui eksistensi Israel, sebaliknya Israel mengakui Palestina dan menurut Oslo Agreement, setelah 10 tahun perundingan damai dilanjutkan sampai penyelesaian secara tuntas.
Perundingan lanjutan dimulai lagi pada tahun 2003 akhirnya terhenti pada 2005 karena ada perbedaan besar antara Al Fatah
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+