Laduni.ID Jakarta - Walaupun saya bukan golongan من الراقعين atau ahli hisap namun saya penikmat kopi. Sejak dulu di pondok.
Di awal mondok sudah biasa di kantin, di depan kamar, di lapangan belakang pondok menikmati wedang hitam ini diminum bareng-bareng, padahal gelasnya cuma satu.
Baca Juga: Asian Coffee and Tea Festival Acara untuk Penikmat Kopi
Setelah masuk jenjang awal Bahtsul Masail, kopi selalu menemani untuk mencari teks-teks hukum dalam kitab-kitab klasik untuk dijadikan jawaban persoalan kekinian. Ini sama seperti mencari jarum yang terjatuh dalam jerami. Sulit dan lama. Tapi menjadi tidak terasa karena ada kopi.
Setelah aktif di Kepengurusan Bahtsul Masail, saya sering diajak survei lokasi untuk perhelatan Bahtsul Masail. Saat rapat teknis dengan panitia lokal selalu ada titipan untuk kenyamanan para kiai dan ustaz sebuah kalimat "Tolong d
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+