Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Mengurai Popularitas Istilah Halal bi Halal yang Digagas Oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah

28 May 2021 · 3.548 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Pada tahun 1948 M, yaitu di pertengahan bulan Ramadhan, Presiden Soekarno memanggil KH. Abdul Wahab Chasbullah ke Istana Negara guna dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik di Indonesia yang memanas pada waktu itu. Dalam kesempatan tersebut, Kyai Wahab memberi saran kepada Presiden Soekarno agar menyelenggarakan suatu acara silaturahmi, sebab sebentar lagi sudah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mendengar saran dari Kyai Wahab tersebut, Presiden Sokarno lalu menjawabnya, “Silaturrahmi itu kan hal biasa, saya ingin istilah yang lain.”

“Itu gampang,” sahut Kyai Wahab.

“Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah ‘Halal bi Balal,’” jelas Kyai Wahab mey

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →