Biografi Dr. KH. Marsudi Syuhud

 
Biografi Dr. KH. Marsudi Syuhud

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Organisasi, dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau   

5          Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

KH Marsudi Syuhud merupakan tokoh sekaligus pengurus PBNU yang cukup aktif dalam tampil merespons berbagai isu nasional hingga internasional. KH Marsudi Syuhud lahir di Kebumen, 7 Februari 1964. Dirinya merupakan putra dari pasangan H Suhudi dan Hj Sairah ini lahir di Desa Jogosimo Ke-camatan Klirong Kabupaten Kebumen.

1.2       Riwayat Keluarga

KH. Marsudi Syuhud menikah dengan Nyai Hj. Mufizah binti KH Abdurrohim, Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar Patoman, Ciamis, yang juga masih keponakan dekat Kiai Mustholih.

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Masa Menuntut Ilmu

KH Marsudi Syuhud besar dengan kultur NU yang kental. Sejak kecil KH. Marsudi Syuhud sudah belajar kitab-kitab klasik seperti Jurumiyah dan Imriti sejak sekolah diniyah di kampungnya. Setelah itu dirinya meneruskan pendidikan ke Pesantren Raudlatul Mubtadiin di Jatisari, Jenggawah, Jember berguru pada KH. Abu Hamid. 

Lalu belajar di Pondok Pesantren Al-Ihya’ Ulumiddin Kasugihan asuhan KH. Mustholih Badawi sekaligus menamatkan pendidikan MTS dan MA. Kemudian lanjut ke perguruan tinggi S1 Jurusan Sarjana Sastra Inggris STKIP PGRI Institut, S2 Manajemen Pemasaran di Universitas Tarumanegara, S3 di bidang Ekonomi dan Keuangan Islam, Universitas Trisakti.

Ketika dilaksanakan Musyawarah Nasional (MUNAS) Alim Ulama NU di Kesugihan, Cilacap tahun 1986, beliau terlibat sebagai panitia. Setelah selesai dilaksanakan Munas, beliau diajak oleh Kiai Mustholih (salah satu Rais Syuriah PBNU) untuk ikut ke Jakarta dan dititipkan kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada saat itu pula beliau memperoleh beasiswa dari LPBA, maka beliau bermukim di Jakarta dan tinggal di Komplek Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk asuhan KH. Nur Muhammad Iskandar hingga pada suatu saat beliau menjadi asisten pengasuh.

Namun, beasiswa tersebut tidak diteruskan oleh beliau, beliau memilih untuk menjadi guru sambil kuliah di STKIP PGRI Jakarta Jurusan Sastra Inggris.

2.2       Guru-Guru Beliau

  1. KH. Abu Hamid
  2. KH. Mustholih Badawi
  3. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  4. KH. Nur Muhammad Iskandar

2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

Beliau adalah pendiri dan pengasuh  Pesantren Barokatur Rohman di Sukabudi, Tambelang, Bekasi dan Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah di Jl. Kedoya Duri Raya Masjid Al Uchwah II No. 24, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Kabupaten Kota Jakarta Barat yang didirikan pada tahun 2013.

3          Penerus Beliau

3.1       Murid-murid Beliau

Murid-murid beliau adalah para santri di pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya Jakarta Barat.

4          Organisasi, Karya, dan Karier

4.1       Riwayat Organisasi

Sebagai putra dari keluarga NU yang kental dan juga menjalani pendidikan di lingkungan NU, naluri ke-NU-an beliau tidak dapat dipungkiri. Sejak masuk ke Jakarta beliau langsung aktif bergabung di salah satu Badan Otonom NU, yakni Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang direkrut langsung oleh H. Suaedi di Jakarta dan seragam Bansernya sampai kini masih disimpan rapi untuk kelak ditunjukkan ke anak cucu dan santri agar dapat menjadi petuah. Selain aktif di Banser, beliau juga menjadi pengurus di PP LPNU yang diketuai oleh Kiai Lutfi saat era Gus Dur. Kemudian pada 1996, beliau diangkat sebagai Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta dibawah Ketua KH. A. Wahid Bisri.

Selain di dalam tubuh keorganisasian NU, beliau juga berkiprah di Partai Politik, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketika PKB didirikan, beliau menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro untuk DKI Jakarta selama 2 periode kepengurusan.

Hingga pada tahun 2010, dilaksanakan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-32 di Makassar pada tahun 2010, beliau diberi amanah duduk sebagai salah seorang Ketua PBNU. Selang beberapa bulan kemudian, ketika terjadi perubahan di internal PBNU, beliau dipercaya untuk duduk sebagai Sekretaris Jenderal PBNU hingga sekarang.

Selain organisasi induk yang turun-temurun dari orang tua NU, beliau juga aktif di berbagai organisasi lain, seperti Ketua Kerukunan Umat Beragama, Bisma, Global Peace Foundation (Washington DC), Induk Koperasi Pesantren (Inkopontren), Dekopin, HKTI, World Economic Fonim. Juga berkiprah di dunia ekonomi syariah, yakni sebagai Ketua LKMS di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode yang lalu, dan sampai sekarang sebagai pembina. Juga menjadi pembina di Ikatan Saudagar Muslim (ISMI) karena S3 yang ia geluti di Universitas Trisakti adalah Islamic Economic and Finance (IEF).

1    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  
2    Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat    
3    Pembina LKMS di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)    
4    Ketua Kerukunan Umat Beragama  
5    Anggota Banser DKI Jakarta    
6   Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta    
7    Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta    
8    Ketua LKMS di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)

4.2       Karier Beliau

  1. Pengasuh pesantren Ekonomi Darul Uchwah
  2. Komisaris Independen PT BGR Logistics.

5         Referensi

https://hobindonesia.id

 

 

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya